Edukasi Perencanaan Keuangan Sejak Dini untuk Remaja Panti Asuhan Nur Karomah Depok

Friday, 10 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BisnisDaily.id | Depok–Kesadaran mengenai pentingnya literasi keuangan seringkali terlambat diberikan kepada remaja, padahal masa transisi menuju kedewasaan menuntut kemampuan pengelolaan uang yang bijak. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada investasi leher ke atas bagi generasi muda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Panti Asuhan Nur Karomah, Depok. Panti Asuhan Nur Karomah sendiri merupakan lembaga kesejahteraan sosial yang berkomitmen penuh dalam mengasuh, mendidik, serta mendampingi anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa di wilayah Depok, yang saat ini mengayomi sebanyak 30 orang anak asuh. Perjalanan Panti Asuhan Nur Karomah Depok dalam mengemban misi sosial tidaklah singkat; didirikan dengan fondasi ketulusan, lembaga ini telah melewati berbagai dinamika dan tantangan zaman demi memastikan seluruh anak asuhnya mendapatkan hak asasi, kasih sayang, dan akses pendidikan yang layak. Dari tahun ke tahun, panti asuhan ini terus bertransformasi menjadi ruang aman (safe space) yang konsisten mencetak generasi muda tangguh. Oleh karena itu, sasaran utama edukasi finansial ini difokuskan pada para remaja panti yang berada di rentang usia produktif awal, guna membentuk kebiasaan (habit) keuangan yang sehat sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia luar.

Pelaksanaan Kegiatan & Pemaparan Materi Interaktif

Edukasi berjalan dengan sangat dinamis menggunakan pendekatan dua arah. Tim PKM tidak hanya memberikan ceramah satu arah, melainkan mengajak para remaja untuk aktif berdiskusi.

  • Strategi Mengontrol Keuangan: Materi inti yang disampaikan berfokus pada metode praktis pengendalian pengeluaran, seperti rumus alokasi     dan keinginan impulsif (wants), serta pentingnya menyisihkan tabungan di awal waktu daripada menyisakan uang di akhir bulan.
  • Sesi Tanya Jawab di Sela Materi: Untuk menjaga fokus peserta, tim pelaksana membuka sesi tanya jawab langsung di tengah-tengah pemaparan materi. Metode ini terbukti efektif karena para remaja panti tidak ragu membagikan pengalaman sehari-hari mereka mengenai kesulitan menabung atau menahan diri dari jajanan yang kurang diperlukan, yang kemudian langsung ditanggapi dengan solusi konkret oleh pemateri.

Mencairkan Suasana Melalui Sesi Ice Breaking

Setelah sesi diskusi dan pemecahan kasus finansial yang cukup menguras konsentrasi, tim PKM mengalihkan agenda pada sesi ice breaking. Sesi ini diisi dengan permainan ketangkasan kata dan fokus kelompok yang dirancang secara interaktif. Gelak tawa dan keceriaan dari seluruh 30 peserta berhasil mencairkan kekakuan yang sempat ada, mengembalikan energi positif, sekaligus membangun ikatan emosional dan kedekatan yang hangat antara tim mahasiswa Universitas Pamulang dengan seluruh anak-anak panti asuhan. Lebih dari sekadar hiburan, sesi ini sengaja disisipkan untuk mengasah soft skills peserta, seperti kemampuan komunikasi, kerjasama tim, dan konsentrasi, yang merupakan elemen penting dalam menghadapi dinamika masa depan.

Membuat Celengan Mandiri

Sebagai langkah konkret dalam menginternalisasi seluruh teori penghematan yang telah didiskusikan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda workshop psikomotorik, di mana sebanyak 30 anak panti asuhan tersebut diajak berpartisipasi langsung dalam pembuatan dan penghiasan kerajinan tangan berupa celengan. Dengan menggunakan bahan dasar tabung yang telah disediakan oleh tim PKM, setiap peserta dibebaskan untuk menghias celengan mereka menggunakan kertas warna-warni, stiker motivasi finansial, serta menuliskan impian finansial mereka masing-masing pada badan celengan. Antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta sangat tinggi karena mereka merasa terbantu dengan adanya pengalaman baru yang sangat relevan dengan kebutuhan hidup mandiri di masa depan. Selain mengasah kreativitas, aktivitas ini dirancang untuk membuka wawasan para remaja mengenai pentingnya penguasaan keterampilan manajemen diri serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah. Aktivitas kreatif ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan sebuah simbolisasi fisik dan komitmen nyata bagi para remaja bahwa langkah besar menuju kemandirian finansial masa depan selalu diawali dari tindakan sederhana, teratur, dan terukur yang dimulai dari dalam kamar panti mereka sendiri. Dengan terlaksananya workshop ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dengan lembaga sosial agar dampak positif yang ditimbulkan dalam menciptakan generasi muda yang cerdas finansial semakin luas dan kompetitif.

Harapan Kegiatan

Keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat ini ditutup dengan agenda dokumentasi, foto bersama, serta penyerahan cinderamata kepada pengurus panti. Melalui program edukasi yang komprehensif ini, diharapkan 30 anak asuh di Panti Asuhan Nur Karomah Depok mampu mengubah sudut pandang mereka terhadap uang, terhindar dari perilaku konsumtif, serta mampu mempraktikkan gaya hidup hemat yang terencana. Sinergi edukatif antara perguruan tinggi dan lembaga sosial seperti panti asuhan ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan demi mencetak generasi muda yang cerdas finansial, tangguh, dan mandiri secara ekonomi.

Penulis

Nailul Bahri, Nazwa Adelia, Nazwa Aulia (Mahasiswa Universitas Pamulang)

 

 

Follow WhatsApp Channel bisnisdaily.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terbaru

Bisnis

Bulog Serap 3,2 Juta Ton Beras hingga Juli 2026

Monday, 13 Jul 2026 - 20:44

dok danantara

Bisnis

Danantara Tetapkan Delapan Mitra Proyek PSEL Tahap II

Monday, 13 Jul 2026 - 20:39